laki – laki shaleh

Kesolehan seseorang laki-laki menjadi idaman setiap istri dan tidak dapat dinilai dari segi lahiriah semata-mata, tentu ada beberapa kriteria laki-laki soleh.

Laki-laki soleh menurut Abu Mohd Jibril Abdul Rahman sesuai dengan yang dimaksudkan di dalam Al Qur’an dan Al Hadis.

1. Sentiasa taat kepada Allah swt dan Rasullulah saw.
2. Jihad Fisabilillah adalah matlamat dan program hudupnya.
3. Mati syahid adalah cita cita hidup yang tertinggi.
4. Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah swt.
5. Ikhlas dalam beramal.
6. Akhirat manjadi tujuan utama hidupnya.
7. Sangat takut kepada ujian Allah swt. dan ancamannya.
8. Selalu memohon ampun atas segala dosa-dosanya.
9. Zuhud dengan dunia tetapi tidak meninggalkannya.
10. Solat malam menjadi kebiasaannya.
11. Tawakal penuh kepada Allah taala dan tidak mengeluh kecuali kepada Allah swt
12. Selalu berinfaq dalam keadaan lapang maupun sempit.
13. Menerapkan nilai kasih sayang sesama mukmin dan ukhwah diantara mereka.
14. Sangat kuat amar maaruf dan nahi munkarnya.
15. Sangat kuat memegang amanah, janji dan kerahasiaan.
16. Pemaaf dan lapang dada dalam menghadapi kebodohan manusia, senantiasa saling koreksi sesama ikhwan dan tawadhu penuh kepada Allah swt.
17. kasih sayang dan penuh pengertian kepada keluarga.

Selain daripada ciri-ciri diatas, orang-orang yang soleh juga merupakan insan yang senantiasa mendapat ujian dan cobaan daripada Allah swt. Para nabi-nabi dan orang orang yang mulia mereka menghadapi segala ujian tersebut dengan hati yang tabah dan tetap teguh dalam keimanan serta pendirian. Mereka tidak mudah menyerah kalah dari keganasan dan tekanan musuh.

Tugas tugas dan kewajiban Laki-laki Soleh :

1. Mencari nafkah ( belanja hidup)
2. Berjihad Fisabilillah.
3. Melindungi dan membela kaum yang lemah dan tertindas.
4. Memimpin, mendidik dan berlaku adil terhadap istri.

Berdasarkan kriteria di atas maka jelaslah bahwa suami yang soleh tidak dapat memberikan sebagian besar dari kehendak duniawi istri. Istri tidak perlu mengeluh sebaliknya bersyukur karena doa untuk mendapat suami yang soleh mungkin sudah dikabulkan Allah. Ingatlah, Istri – istri Rasulullah SAW sendiri pernah ditawarkan kesenangan dunia atau akhirat. Maka akhirnya istri baginda memilih akhirat.

Wanita seharusnya juga bermuhasabah apakah layak untuk mengimpikan Suami semulia Saidina Ali Karamullah Wajhah padahal Wanita tidak setaat Saidatina Fatimah Az-Zahrah..?

– – – – – – –
ana sharing dari sini

Advertisements

Tanya Apa?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s