Seorang ibu berusaha melahirkan anaknya dengan sekuat tenaga dan berharap anaknya dapat hidup dan selamat. Membesarkan dan mendidik anaknya dengan susah payah hanya karena anaknya sehat dan hidup menjadi anak yang pintar. Seorang ayah berusaha mencari nafkah demi persalinan sang istri yang akan menjadi ibu dari anaknya dengan sekuat tenaga tak kenal pagi, sore, atau malam, bahkan sang ayah tidak kenal lagi apa itu rasa lelah, ngantuk, dan sakit demi kelahiran dan masa depan sang anak. Waktu berganti dan berlalu. Sang anak kini menjadi dewasa dan sang ibu dan ayah kini mulai termakan usia. Sang ibu dan ayah tidak lagi sehebat dulu, kini lebih sering berharap bantuan anaknya. Anak yang dulu dilahirkan sang ibu dengan penuh perjuangan dan dibesarkan sang ayah dengan penuh pengorbanan. Tapi terbesit dalam benak sang anak “berkorban sampai keduanya tiada”. Seharusnya sang anak berlaku sebagaimana ibu dan ayahnya pernah lakukan untuknya. Seharusnya sang anak berpikir “berkorban agar keduanya tetap berada disisinya selalu”. Buat sang anak yang sempet berpikir yang pertama, coba yuk sama-sama diluruskan agar kita tidak salah jalan dan tidak durhaka. Mari kita sama-sama berusaha dan mendoakan ibu dan ayah diberi umur panjang, kesehatan, serta kekuatan agar terus dapat selalu menegur kita anaknya jika kita telah khilaf dan atau melampaui batas. #sekedarrenungan

Advertisements

Tanya Apa?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s