New Domain

Pindah ke halaman rezahermawan.com yaa, yang ini uda ga diperbaharui lagi hehhe.

ikon2

Advertisements

Mahasiswa Go Blog UIN Syahid Jakarta

image

image

Uda lama ga posting, hari ini ikut kegiatan seminar dikampus. Pemateri pertama pa Iskandar Zulkarnaen bilang yang intinya harus jujur buat menulis apapun itu, ga perlu dengan target tulisan kita harus dibaca oleh siapa dan untuk berapa orang, yang penting kita tulis aja dengan jujur dan dengan bahasa penulisan yang baik dan menarik.
Dan buat bonusnya gue dapet voucher makan deh gara-gara promosiin catetanreza.wordpress.com hha.

Rasanya tanggungjawab itu berat banget, tapi kalo jalaninnya santai si biasa aja hha. Gue mau ngeluh sama orang tapi yang dikeluhin malah lebih galak hahha. Ngerasa dia paling bener dan semua salah hahha mungkin dia lupa kalo hanya Tuhan yang paling bener dan selalu bener.
Kuncinya biar tetep enjoy alias santai si menurut gue jangan pernah dengerin para cecunguk-cecunguk yang selalu berusaha menjatuhkan lu, jangan pernah berharap bantuan oranglain, dan jangan mudah percaya dengan teman dalam hal apapun. Nanti lu akan merasakan betapa diujinya kemampuan yang lu punya, dan merasakan betapa hebatnya lu sebenarnya.
Yuk mari kita tidur hahha

Seorang ibu berusaha melahirkan anaknya dengan sekuat tenaga dan berharap anaknya dapat hidup dan selamat. Membesarkan dan mendidik anaknya dengan susah payah hanya karena anaknya sehat dan hidup menjadi anak yang pintar. Seorang ayah berusaha mencari nafkah demi persalinan sang istri yang akan menjadi ibu dari anaknya dengan sekuat tenaga tak kenal pagi, sore, atau malam, bahkan sang ayah tidak kenal lagi apa itu rasa lelah, ngantuk, dan sakit demi kelahiran dan masa depan sang anak. Waktu berganti dan berlalu. Sang anak kini menjadi dewasa dan sang ibu dan ayah kini mulai termakan usia. Sang ibu dan ayah tidak lagi sehebat dulu, kini lebih sering berharap bantuan anaknya. Anak yang dulu dilahirkan sang ibu dengan penuh perjuangan dan dibesarkan sang ayah dengan penuh pengorbanan. Tapi terbesit dalam benak sang anak “berkorban sampai keduanya tiada”. Seharusnya sang anak berlaku sebagaimana ibu dan ayahnya pernah lakukan untuknya. Seharusnya sang anak berpikir “berkorban agar keduanya tetap berada disisinya selalu”. Buat sang anak yang sempet berpikir yang pertama, coba yuk sama-sama diluruskan agar kita tidak salah jalan dan tidak durhaka. Mari kita sama-sama berusaha dan mendoakan ibu dan ayah diberi umur panjang, kesehatan, serta kekuatan agar terus dapat selalu menegur kita anaknya jika kita telah khilaf dan atau melampaui batas. #sekedarrenungan

Terkadang kita berlebihan dalam mensikapi suatu hal. Terlalu takut hal-hal buruk menimpa kehidupan yang sudah dirancang dengan baik. Berpikir orang lain tidak mengerti apa yang kita rasakan. Mungkin disaat ini kita harus mulai belajar arti dan makna kedewasaan.