Seorang ibu berusaha melahirkan anaknya dengan sekuat tenaga dan berharap anaknya dapat hidup dan selamat. Membesarkan dan mendidik anaknya dengan susah payah hanya karena anaknya sehat dan hidup menjadi anak yang pintar. Seorang ayah berusaha mencari nafkah demi persalinan sang istri yang akan menjadi ibu dari anaknya dengan sekuat tenaga tak kenal pagi, sore, atau malam, bahkan sang ayah tidak kenal lagi apa itu rasa lelah, ngantuk, dan sakit demi kelahiran dan masa depan sang anak. Waktu berganti dan berlalu. Sang anak kini menjadi dewasa dan sang ibu dan ayah kini mulai termakan usia. Sang ibu dan ayah tidak lagi sehebat dulu, kini lebih sering berharap bantuan anaknya. Anak yang dulu dilahirkan sang ibu dengan penuh perjuangan dan dibesarkan sang ayah dengan penuh pengorbanan. Tapi terbesit dalam benak sang anak “berkorban sampai keduanya tiada”. Seharusnya sang anak berlaku sebagaimana ibu dan ayahnya pernah lakukan untuknya. Seharusnya sang anak berpikir “berkorban agar keduanya tetap berada disisinya selalu”. Buat sang anak yang sempet berpikir yang pertama, coba yuk sama-sama diluruskan agar kita tidak salah jalan dan tidak durhaka. Mari kita sama-sama berusaha dan mendoakan ibu dan ayah diberi umur panjang, kesehatan, serta kekuatan agar terus dapat selalu menegur kita anaknya jika kita telah khilaf dan atau melampaui batas. #sekedarrenungan

Terkadang kita berlebihan dalam mensikapi suatu hal. Terlalu takut hal-hal buruk menimpa kehidupan yang sudah dirancang dengan baik. Berpikir orang lain tidak mengerti apa yang kita rasakan. Mungkin disaat ini kita harus mulai belajar arti dan makna kedewasaan.

Selamat Untuk Presiden Ke-7 Indonesia

Kemarin pesta rakyat digelar bersamaan dengan dilantiknya bapak Ir. H. Joko Widodo menjadi presiden RI yang ke-7. Selamat untuk bapak Jokowi, semoga dapat mengemban amanat rakyat semaksimal mungkin. Lakukan yang terbaik yang bapak bisa untuk negeri kita ini dan semoga rakyat bisa sejahtera kedepannya, berantas korupsi, kesenjangan sosial, pokoknya jangan lupa sama isi lagunya om Iwan Fals yang judulnya Manusia Setengah Dewa ya Pak, dan semoga ormas atau majelis-majelis islam di negara ini makin bertambah banyak, aamiin.

Happy Born Day, Mah

Pagi ini dapet sms dari Babe gue, isinya “Bang mama hr ini ulang taun” dikirim jam 04.58 WIB. Gue sempet kaget karena emang keseringan lupa sama hari ulang tahun orangtua sendiri hehhe anak macam apa gue ini ya? Ulang tahun anak orang aja gue apal, ini orangtua sendiri lupa hadoh hahha. Tapi mulai belakangan ini gue mencoba mengingat tanggalnya, biar kalo ga diingetin gue juga tetep inget hehhe. Sekitar jam 6 kurang tadi gue kekamar Enya gue buat ngucapin selamat, isinya kurang lebih “hehhe, (sambil cium tangan gue ngomong) selamat ulang tahun ya mah, semoga panjang umur, rezekinya lancar, dan sehat selalu (dan aamiin didalam hati)”, terus Enya gue cuma ketawa aja pas udah Enya bilang “ga dicium nih?”, dalam hati gue bilang “oh iya lupa hehhe”, langsung aja gue cium pipi kanan kirinya, dan begitu pula cerita pagi ini berakhir hehhe.

Sebenernya banyak doa gue yang tadi ga diucapin langsung ke Enya gue, karena pikir gue lebih baik ga ada yang tau isi doa gue karena yang ga tau itu insyaAllah bakalan sampe, karena seinget gue mendoakan orang lain tanpa sepengetahuan orang itu bagus, berarti kan kalo doain orangtua lebih bagus, karena orang lain yang ga ada hubungan keluarganya aja bagus, apalagi orangtua sendiri kan? Tapi maaf ni, gue ga bisa kasih dasar Hadist atau Al-Qurannya karena gue kurang paham Arab dan sejarahnya, itu cuma sepengetahuan ingatan gue kalo disuatu forum waktu itu pernah ngebahas doa dan intinya kurang lebih seperti itu. Sekian aja posting gue pagi ini ya hehhe. Kalo lagi baca, minta doanya ya buat orangtua gue supaya mereka sehat selalu dan diberikan umur yang panjang serta kemudahan disetiap urusannya, aamiin. Makasih yaa hehhe.